Bank Syariah Indonesia Terbitkan 6 Miliar Saham Baru

PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (kode saham: BRIS) telah mengumumkan rencana aksi korporasi melalui penambahan modal senior I (Right Issue) pada kuartal keempat tahun 2022.

Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Kahyo Nugroho mengatakan, “Penambahan modal terlebih dahulu (PMHMETD I) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6 miliar saham Seri B dengan nilai nominal Rp 500 per saham (saham baru).

“Saham baru tersebut akan dikeluarkan dari portofolio perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Ade Kahyo dalam keterangannya, Jumat (19 Agustus 2022).

“Saham baru tersebut juga akan memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal, termasuk hak untuk menerima dividen dengan saham lain dari perusahaan Seri B yang telah dikeluarkan dan disetor,” lanjutnya.

Ade Kahyo juga menyatakan bahwa aksi corporate rights issue tersebut dilakukan untuk mendukung ekspansi pertumbuhan organik dan non-organik BSI.

Dimana BSI memperkirakan pertumbuhan pembiayaan dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) di atas 15 persen hingga tahun 2025.

“Oleh karena itu, diperlukan tambahan modal (ekuitas) untuk mendukung rencana BSI agar rasio kecukupan modal (CAR) perseroan bisa mencapai di atas 20 persen pada akhir tahun 2025,” kata Ade Kahyo.

“Saat ini CAR BSI sekitar 17 persen. Hal ini juga sejalan dengan rata-rata CAR Bank Negara Top 10 dan menjaga tingkat kenyamanan di pasar,” lanjutnya.

Ekspansi pertumbuhan BSI ini sejalan dengan ambisi perusahaan untuk menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbaik dunia.

Selain itu, BSI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 September 2022 untuk mendapatkan persetujuan atas rencana rights issue tersebut.

Sementara itu, pendistribusian PMHMETD I, termasuk strike price dan jumlah akhir saham baru yang diterbitkan, akan diungkapkan dalam prospektus yang akan diumumkan pada waktunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keio menegaskan seluruh dana yang diterima dari PMHMETD I (setelah dikurangi biaya dan pengeluaran terkait penerbitan saham baru) akan digunakan BSI untuk menyalurkan dana guna mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.

“Dengan rencana rights issue ini, BSI akan memiliki kecukupan modal yang baik dengan CAR yang dapat dipertahankan pada kisaran 20 persen dan tambahan peluang optimal bagi pemegang saham dengan proyeksi return on equity (ROE) di atas 20 persen dalam jangka menengah hingga panjang. ketentuan. ” jelasnya.

Jika pemegang saham tidak menggunakan haknya yang lama, maka bagian kepemilikannya di perseroan akan berkurang maksimal 12,73 persen.