Pengertian No Log Policy dan Privacy Insurance

Please log in or register to like posts.
VPN.co.id
privacy insurance

Hidup di dunia digital dan tanpa batas seperti sekarang ini membuat segalanya terasa cepat dan mudah. Kita berbagi segala hal dengan semua orang dan tanpa sadar batas-batas privasi jadi semakin kabur.

Ya, berbagi itu memang perlu tapi menjaga “keamanan diri” kita jauh lebih penting. Mungkin sebagian besar kita merasa semuanya berjalan aman-aman saja, toh apa yang kita bagi itu gratis dan tidak merugikan orang lain.

Disinilah kenapa “privacy insurance” atau jaminan akan informasi pribadi itu menjadi penting.

Tahukah anda bahwa semua data, kata-kata, gambar, video atau bahkan histori situs yang anda kunjungi tersimpan dalam suatu server melalui Internet Service Provider (ISP) anda? Atau bahkan melalui platform yang sering anda gunakan seperti Facebook dan Instagram.

Kebocoran Data

privacy insurance - b

Masih ingat dengan kebocoran data ratusan juta pengguna Facebook tahun 2018 silam? Semuanya bermula dari beberapa Facebook-apps yang membuat data ini menjadi “terbuka untuk umum” di Amazon Cloud Server.

Lalu ada juga kebocoran data pengguna Tokopedia tahun 2020 yang mengekspos lebih dari 15 juta pengguna termasuk data pribadi dan finansial mereka.

Data-data yang “bocor” ini dapat digunakan oleh berbagai pihak untuk berbagai kepentingan. Mari coba kita bagi kelompok ini ke dalam dua kategori, yaitu Kelompok Hitam dan Kelompok Abu-abu, dan keduanya tidak ada yang baik hanya cara kerjanya yang berbeda.

Kelompok Hitam atau black hat community, umumnya menggunakan data-data pribadi ini untuk melakukan cyber crime atau kejahatan online seperti pemerasan (ransomware), hacking, credit card fraud dan online scam. Tujuannya sama yaitu untuk mengambil uang anda atau bahkan merusak perangkat yang digunakan.

Baca Juga:  Terbit21: Nonton Film & Streaming Movie Terbaru 2020

Sedangkan Kelompok Abu-abu umumnya berupa perusahaan atau penjual individu yang menggunakan data-data ini untuk menawarkan produk atau jasa mereka secara masif. Dengan menggunakan data ini mereka “seakan-akan” bisa tahu tentang anda dan melakukan marketing yang tepat sasaran.

Ini sama halnya ketika kita ditelfon berkali-kali oleh para sales yang tidak dikenal dan langsung menawarkan berbagai produk atau jasa. Tanpa menyadari bahwa mereka telah mendapatkan nomor kita dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Jika melihat resiko di atas, apakah anda masih berani untuk mengekspos diri anda secara sembarangan di dunia maya? Atau memilih untuk menggunakan internet secara aman?

Solusi terbaik adalah dengan menjaga privasi anda sendiri. Karena tidak ada satu pihak pun baik Penyedia Jasa Internet hingga Facebook yang bisa menjamin kerahasiaan data pribadi anda. Kuncinya ada di tangan kita sendiri.

Dan Virtual Private Network (VPN) adalah salah satu cara untuk menjaga privasi kita sendiri. Dengan menggunakan VPN maka tidak ada satu pihak pun yang dapat melacak atau mencuri data dan aktifitas kita di dunia maya.

Namun tidak semua layanan VPN memberikan jaminan terhadap privasi dan keamanan data-data anda. Itulah mengapa kita perlu memilih VPN yang memberikan Privacy Insurance dan No-Log Policy.

Privacy Insurance

privacy insurance - b

Sama halnya dengan asuransi kesehatan atau kendaraan, maka kebijakan Privacy Insurance bertujuan untuk melindungi pengguna VPN dari peretas individu atau kelompok yang ingin mengakses data pribadi penggunanya.

Beberapa layanan VPN profesional memberikan jaminan Privacy Insurance jika terjadi kebocoran data dan memberi kompensasi ganti rugi dalam bentuk uang tunai.

Hal ini tentunya memberikan rasa aman setidaknya bagi pengguna untuk menggunakan layanan VPN tersebut. Karena pihak penyedia jasa VPN akan berusaha maksimal untuk menjaga keamanan layanan mereka sekaligus menjamin bahwa pihak konsumen akan menerima kompensasi yang layak jika dirugikan oleh kebocoran data yang memiliki risiko finansial ataupun risiko non-finansial.

No-Log Policy

privacy insurance - d

Kebijakan No-Log Policy sudah menjadi hal wajib bagi setiap perusahaan VPN, baik yang gratis maupun yang berbayar.

Baca Juga:  Filmapik Nonton & Streaming Movie (Update Link)

No-Log Policy artinya bahwa penyedia layanan VPN tidak akan menyimpan data atau histori apapun terkait aktifitas pengguna ketika menggunakan jaringan VPN mereka. Hal ini termasuk histori situs yang anda akses, lokasi IP, dan sebagainya.

Dengan adanya jaminan ini maka kita bisa yakin bahwa saat kita melakukan browsing atau mengakses aplikasi tertentu, tidak ada yang dapat melacak atau menyelidiki kita. Karena itu sifatnya anonim.

Namun ada beberapa VPN yang tidak bertanggung jawab dan justru menyimpan data-data penggunanya untuk kemudian hari digunakan sebagai alat marketing dan bahkan dijual di black market. Umumnya yang melakukan ini adalah VPN gratisan atau layanan VPN yang berada di negara dengan toleransi rendah terhadap privasi internet.

Sebelum memilih VPN ada baiknya anda memperhatikan dengan seksama apakah layanan tersebut memberikan jaminan Privacy Insurance dan No Log Policy. Dan pastikan juga lokasi perusahaan tersebut berada untuk menjamin bahwa pemerintah setempat tidak akan mengambil alih data-data pengguna secara sepihak.

Dan kembali lagi, semuanya tergantung kepada diri kita sendiri. Internet adalah sebuah replika dunia, yang sifatnya bebas. Dan oleh karenanya pengguna juga memiliki hak dan kebebasan untuk mengakses semua informasi yang tersedia dan diharapkan bisa menggunakannya dengan bijak dan bertanggung jawab.

Last Updated on 4 weeks