Kredit Usaha Rakyat BRI Bisa Menyerap 32,1 Juta Tenaga Kerja

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI diperkirakan mampu menyerap 32,1 juta lapangan pekerjaan.

Hal itu terungkap dalam studi yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di mana salah satu poin kajian menyebutkan bahwa akses KUR dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja rata-rata 3 orang.

Untuk itu, Andre Rosiade, anggota Komisi VI DPR, mengucapkan terima kasih kepada BRI atas efektifnya pelaksanaan program pemerintah untuk membuka lapangan kerja, serta untuk mengurangi pengangguran selama pandemi terakhir melalui pinjaman usaha rakyat.

“Program KUR BRI berdampak positif dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan di bidang pendidikan dan kesehatan. Di masa pandemi ini, KUR juga mendorong ketahanan anggota UKM,” tulis Andre, Rabu (24 Agustus 2019). 2022).

André menjelaskan, berdasarkan temuan tersebut, BRI kini memiliki 10,7 juta nasabah KUR existing di segmen KUR Mikro, KUR Mikro dan KUR Kecil.

Dengan demikian, diperkirakan dengan menyalurkan KUR BRI kepada 10,7 juta nasabah mampu menciptakan 32,1 juta lapangan kerja di seluruh Indonesia.

“Program KUR berperan penting dalam pemberdayaan UKM. Selain meningkatkan akses pelaku UKM terhadap kredit perbankan, program KUR juga berdampak pada peningkatan ketahanan dan percepatan pemulihan UKM yang dapat mendukung standar hidup para pelaku UKM,” kata politikus Gerindra.

Andre mengatakan bahwa KUR telah memberikan dampak yang besar dalam meningkatkan berbagai aspek masyarakat Indonesia.

“Pendistribusian KUR diyakini berpotensi memberdayakan nasabah untuk mengembangkan usahanya, memberikan dampak sosial yang tinggi, seperti peningkatan kesejahteraan keluarga, dan dampak yang langgeng bagi dunia usaha,” ujarnya.

André menjelaskan bahwa pertumbuhan dana KUR BRI yang pesat dan manajemen risiko yang memadai menghasilkan kualitas kredit yang baik, dengan NPL KUR terjaga pada 1,38 persen.

“Oleh karena itu, penyaluran KUR perlu dikelola dengan manajemen risiko yang baik, karena KUR menggunakan dana bank atau dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun oleh BRI,” jelasnya.

Seperti diketahui, sejak Januari hingga akhir Mei 2022, BRI mengirimkan KUR senilai Rp 104,5 triliun kepada 2,7 juta pelaku UMKM, atau 41,12% dari target yang ditetapkan pemerintah tahun ini sebesar Rp 254,1 triliun.

Penyaluran KUR BRI sebagian besar didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar 57,38 persen.

BRI yang fokus pada segmen UMKM selalu mendapat porsi penyaluran terbesar dari pemerintah dengan porsi sekitar 70 persen dari total penyaluran KUR nasional. Pada 2022, kuota akan mencapai 260 triliun rupiah.

Hingga Juni 2022, pelaksanaan KUR BRI meningkat signifikan sebesar 46,6% (year on year) atau mencapai Rp 124,45 triliun dari total kuota 2022 sebesar Rp 260 triliun.

Sedangkan pada tahun 2021, kuota KUR BRI akan ditingkatkan menjadi Rp 195,59 triliun dengan channel sales sebesar Rp 194,9 triliun. Pada 2020 penyaluran KUR BRI mencapai Rp 140,2 triliun dengan realisasi Rp 138,5 triliun.