Mikrotik Hotspot: Pengertian dan Cara Setting

Please log in or register to like posts.
mikrotik-hotspot

Hotspot adalah sebuah fungsi dari router mikrotik untuk memberikan otentikasi pada pengguna yang akan menggunakan jaringan internet nirkabel (Wifi).

Ini adalah solusi untuk menyediakan akses internet kepada pelanggan melalui menu login. Pemilik hotspot dapat mengatur batasan bandwitdh, batasan download, dan juga harga paket.

Untuk mendapatkan akses ke jaringan internet, maka pengguna harus memasukkan username dan password terlebih dahulu pada halaman login yang telah disediakan.

Cara Setting Mikrotik Hotspot

Berikut adalah panduan lengap dari awal sampai akhir untuk melakukan setting Hotspot hingga membuat Voucher di Mikrotik.

1. Konfigurasi Dasar MikroTik Router

Di bagian ini Anda akan menetapkan WAN, LAN, Gateway dan DNS Alamat IP.

Untuk Hotspot kita tidak perlu melakukan konfigurasi NAT karena secara otomatis akan terkonfigurasi saat mengkonfigurasi server Hotspot. Jadi, cukup gunakan Alamat IP WAN, LAN, Gateway dan DNS dalam konfigurasi RouterOS dasar.

Untuk konfigurasi Hotspot, masukkan informasi sesuai dengan ISP dan informasi jaringan Anda. Berikut contohnya.

  1. IP WAN: 192.168.1.25/30
  2. IP Gateway LAN: 172.20.20.1/24
  3. Gateway: 192.168.1.25
  4. IP DNS: 8.8.8.8 dan 8.8.4.4 (DNS Publik)

Setelah memiliki informasi di atas, ikuti langkah berikut untuk setting MikroTik RouterOS menggunakan Winbox.

  1. Login ke MikroTik Router menggunakan Winbox dengan izin “full permission user credentials”.
  2. Buka item menu IP > Addresses dari Winbox
  3. Klik PLUS (+). Akan muncul jendela baru lagi. Dan sekarang masukkan IP WAN anda tadi 192.168.1.25/30 di kolom Address dan pilih antarmuka MikroTik WAN dari menu drop-down Interface
  4. Klik tombol Apply dan OK
  5. Sekarang klik lagi pada PLUS (+) dan kali ini masukkan LAN Gateway IP anda tadi 172.20.20.1/24 di kolom Address dan pilih antarmuka LAN dari menu drop-down Interface
  6. Setelah itu klik Apply dan tombol OK
  7. Sekarang masuk ke menu IP > Routes. Akan terbuka jendela Route List.
  8. Klik PLUS (+) untuk menambahkan alamat gateway. Di jendela New Route, masukkan alamat Gateway anda tadi 192.168.1.25 di kolom Gateway
  9. Kemudian klik tombol Apply dan OK.
  10. Sekarang masuk ke menu IP > DNS. Maka jendela Setting DNS akan terbuka. Masukkan IP server DNS di kolom Server dan jika Anda ingin menambahkan IP DNS sekunder, klik tombol “Add New Value” yang terletak setelah kolom Server dan masukkan IP server DNS sekunder di kolom “New Arrival”.
  11. Klik centang pada “Allow Remote Requests” sehingga MikroTik Router dapat bertindak sebagai Server DNS untuk pengguna Hotspot. Opsi ini diperlukan karena router MikroTik Anda akan menjadi server DNS utama untuk pengguna Hotspot.
Baca Juga:  Cinemaindo XXI - Link Nonton Film Terbaru

2. Mikrotik Hotspot Server

Sekarang kita akan mengatur Server Hotspot di Router MikroTik kita. Berikut langkah-langkahnya.

  • Buka menu IP > Hotspot dari Winbox.
  • Klik pada tombol “Hotspot Setup”
  • Pilih “Lan Interface” dari menu drop-down Hotspot Interface.
  • Klik “Next”
  • Secara default LAN Gateway IP akan diberikan pada kolom “Local Address of Network”. Pastikan untuk klik centang pada “Masquerade Network”.
  • Klik “Next”
  • Pilih kumpulan alamat untuk server Hotspot dari mana alamat IP akan ditetapkan ke klien. Biasanya, ini akan menunjukkan jangkauan IP Network tanpa IP gateway. Kita dapat mengubah rentang default sesuai keinginan atau dapat menggunakan settingan default.
  • Klik tombol “Next”
  • Jika Anda memiliki sertifikat SSL, Anda dapat mengimpornya dengan memilih opsi ” Import Other Certificate”. Tetapi untuk saat ini Anda bisa memiliih “None” karena saya tidak memiliki sertifikat SSL
  • Klik “Next”
  • Jika Anda memiliki server SMTP, Anda dapat memasukkan alamat server di kolom “IP Address of SMTP Server”. Karena saya tidak memiliki Server SMTP, kita akan skip
  • Klik “Next”
  • Server DNS yang telah kita konfigurasi sebelumnya akan secara otomatis dimasukkan di kolom “DNS Server”. Tidak perlu melakukan apa-apa di bagian ini
  • Klik “Next”
  • Sekarang masukkan nama DNS. Nama DNS ini nantinya akan digunakan untuk mendapatkan halaman login Hotspot. Jadi, masukkan nama DNS standar seperti systemzone.mk atau systemzone.net dll.
  • Klik “Next”
  • Sekarang masukkan Pengguna Hotspot lokal. Secara default biasanya adalah admin. Kita dapat mengubah ini sesuai keinginan. Masukkan juga kata sandi di kolom “Password”.
  • Klik “Next”
  • Setting Server Hotspot telah selesai.

3. Membuat Profil Pengguna Hotspot

Dengan membuat profil pengguna yang berbeda, kita dapat mengelompokkan pengguna berdasarkan paket yang berbeda dengan fasilitas yang berbeda pula.

Misalnya menetapkan jumlah bandwidth atau menampilkan iklan tertentu kepada pengguna. Hal in berguna untuk membuat voucher yang akan kita bahas di bagian terakhir.

Berikut langkah-langkah untuk membuat profil pengguna Hotspot di MikroTik Router.

  • Buka IP > Hotspot. Maka akan terbuka window “Hotspot”.
  • Klik pada tab “User Profile”. Disana anda akan melihat profil default tetapi tidak perlu diubah karena kita akan membuat profil baru
  • Klik tanda PLUS (+). Maka akan terbuka jendela “New Hotspot User Profile”
  • Setelah itu masukkan nama profil yang sesuai keinginan di kolom “Nama” dan pilih alamat IP mana yang akan ditetapkan ke pengguna tersebut, dari menu drop down “Address Pool”
  • Untuk menetapkan bandwidth kepada pengguna, masukkan kecepatan download dan upload yang Anda inginkan dalam bit per detik di kolom “Rate Limit”. Sebagai contoh, jika Anda ingin menetapkan kecepatan 5 Mbps, maka masukkan nilai: 500000/500000.
  • Secara default, “Add MAC Cookie” akan dicentang. Jika Anda tetap mengaktifkan Add MAC Cookie, alamat MAC akan disimpan dalam Cookie setelah login berhasil. Jadi, seorang pengguna tidak perlu login berkali-kali. Waktu kedaluwarsa Cookie adalah 3 hari. Jika Anda ingin memperpanjang masa kadaluarsa cookie, masukkan nilai di kolom “MAC Cookie Timeout field”.
  • Klik Apply dan OK
Baca Juga:  Pengertian VPN (Virtual Private Network)

4. Mikrotik Hotspot Login

Setelah membuat profil, kita perlu membuat User dan menetapkan user tersebut untuk dimasukkan ke profil mana sesuai keinginan Anda.

Berikut adalah cara untuk membuat User Hotspot di MikroTik Router.

  • Klik pada tab “User”
  • Klik tanda PLUS (+). Maka akan terbuka window “New Hotspot User”
  • Setelah itu pilih server Hotspot dari menu drop-down “Server”
  • Masukkan nama pengguna di kolom “Name” dan kata sandi di kolom “Password”
  • Sekarang pilih profil pengguna dari menu drop-down “Profile”
  • Anda dapat menetapkan alamat fixed-IP ke user. Jika Anda ingin menetapkan fixed-IP, masukkan alamat IP ke kolom “Address”
  • Klik Apply dan OK

5. Mikrotik Hotspot Voucher

1. Login ke Mikrotik lalu masuk ke Settings > Appearance. Pada kolom Table pilih “Users”. Masukkan variabel berikut ke dalam kolom “Visible”:

  • username
  • password
  • Start Time
  • end Time
  • Total Time Left
  • till Time
  • uptime Used
  • uptime Limit
  • Money Paid

2. Ikuti langkah disini untuk membuat Profil Pengguna dan menentukan jenis Paket Hotspot di menu Profiles > Profiles

3. Jangan lupa untuk menentukan limit bandwitdh dari pengguna melalui menu Profile > Limitations

4. Untuk membuat Username+Password secara otomatis pada setiap paket, Anda dapat menggunakan fitur User Batch yang terdapat pada menu Users > Add > Batch. Disini Anda dapat menentukan jumlah user yang ingin dihasilkan pada kolom Number of users > Select Package > Add.

5. Untuk mengubah template atau tampilan Voucher, silahkan masuk ke menu Setting > Template > Voucher. Disini Anda dapat mengedit template sesuai keinginan dengan HTML atau software Dreamweaver.

6. Sekarang saatnya untuk Generate Voucher. Pilih menu Users > pilih user yang diinginkan > lalu pilih tab Generate -> pada window Vouchers, klik Generate.

7. Voucher akan muncul dalam jendela baru. Dan anda bisa klik Ctrl+P untuk print voucher.

Fitur-fitur Mikrotik Hotspot

Berikut adalah beberapa fitur dari Miktorik Hotspot:

  • Manajemen pengguna hotspot dengan database lokal atau RADIUS Server
  • Beberapa metode otentikasi pengguna baik dalam database lokal dan RADIUS Server
  • Sistem Walled Garden yang membantu mengakses beberapa halaman web tanpa otentikasi
  • Login pengguna uji coba tanpa otentikasi dengan beberapa kondisi.
  • Fasilitas periklanan berdasarkan profil pengguna
  • Halaman login yang dapat disesuaikan di mana Anda dapat menempatkan iklan perusahaan serta iklan partner
  • Penerapan IP pada alamat MAC untuk memberikan alamat fixed-IP ke perangkat apa pun
  • Menginjinkan perangkat yang dikenal tanpa otentikasi
  • Mampu menyimpan kredensial otorisasi ke cookie untuk menghindari permintaan login berkali-kali

Mikrotik Hotspot Monitor

Berikut adalah panduan untuk memudahkan Anda merekam dan memonitor Mikrotik dalam bentuk grafis

Baca Juga:  Filmapik - Nonton & Streaming Movie (Update Link)

Langkah 1: Membuat Interface Rules di MikroTik Graphing

  • Login ke MikroTik Router. Pilih menu Tools > Graphing
  • Klik pada tab Interface Rules dan kemudian klik PLUS (+)
  • Dari menu drop-down “Interface”, pilih antarmuka yang diinginkan dan trafik mana yang ingin dilihat dalam bentuk grafik. Jika Anda ingin melihat semua trafik, pilih “All”
  • Masukkan Alamat IP atau Jaringan di kolom “Allow Address” yang nantinya diizinkan untuk melihat grafik ini di halaman web. Jika tidak memberikan Alamat IP tertentu, semua Alamat IP akan dapat melihat grafik ini
  • Klik Apply dan OK
  • Anda dapat membuat Interface Rules sebanyak yang Anda inginkan

Langkah 2: Membuat Queue Rules untuk memonitor trafik Antrian

Membuat Aturan Antrian, Anda dapat melihat lalu lintas antrian sederhana secara grafis dan Anda juga dapat mengirim tautan grafik ini ke pelanggan Anda untuk diperiksa. Langkah-langkah berikut akan menunjukkan kepada Anda cara membuat Aturan Antrian di MikroTik Graphing Anda.

  • Di bagian “Graphing”, klik tab Queue Rules dan kemudian klik SIGN (+).
  • Akan muncul window baru “New Queue Graphing Rule”
  • Pilih Queue yang Anda inginkan dari menu drop-down “Simple Queue”, trafik mana yang ingin Anda lihat secara grafik. Jika ingin melihat semua trafik antrian, pilih “all”.
  • Masukkan Alamat IP atau Jaringan di kolom “Allow Address” yang nantinya diizinkan untuk melihat grafik ini di halaman web. Jika tidak memberikan Alamat IP tertentu, semua Alamat IP akan dapat melihat grafik ini
  • Klik tombol Apply dan OK.

Langkah 3: Membuat Resource Rules untuk memonitor informasi sumber daya

MikroTik Graphing memberikan fasilitas untuk memonitor CPU, RAM dan Disk Usage secara grafis tetapi Resource Rules harus dibuat untuk melihat grafik tersebut. Langkah-langkah berikut akan menunjukkan kepada Anda cara membuat Aturan Sumber Daya di Router MikroTik Anda.

  • Di bagian “Graphing”, klik tab Resource Rules dan kemudian klik PLUS (+).
  • Akan terbuka window baru “Resource Graphing Rule”
  • Masukkan Alamat IP atau Jaringan di kolom “Allow Address” yang nantinya diizinkan untuk melihat grafik ini di halaman web. Jika tidak memberikan Alamat IP tertentu, semua Alamat IP akan dapat melihat grafik ini
  • Klik tombol Apply dan OK.

Sekarang anda untuk memonitor penggunaan MikroTik mulai dari CPU, RAM dan Disk melalui grafik yang ditampilkan di halaman web.

Harga Mikrotik Hotspot

Berikut daftar harga Mikrotik terbaru 2020 dengan Garansi Resmi.

Produk Harga Online
Mikrotik hAP Lite RB941-2nD-TC RouterboardRp345.000
Mikrotik RB931-2nD hAP-Mini Router WirelessRp453.000
Mikrotik RB750 R2 / RB750 / RB750R2 HEX LITE RouterRp785.000
Mikrotik RB952Ui-5ac2nD hAP-AC-Lite RouterboardRp795.000
Mikrotik Router Wireless RBD52G-5HacD2HnD-TC (hAP-AC2) GigabitRp1.350.000
Mikrotik Routerboard LtAP mini – RB912R-2nD-LTmRp1.441.000
Mikrotik RB450Gx4 RouterboardRp1.952.000
Mikrotik RB962UiGS-5HacT2HnT hAP-AC Router WirelessRp2.010.000

Featured image by Jonathan on Unsplash

Last Updated on 3 weeks