Apa Itu Konstanta pada PHP? Berikut Pengertian dan Contohnya

apa itu konstanta pada php

Apa itu konstanta pada PHP? Konstanta merupakan pengidentifikasi atau nama sederhana yang bisa diberikan dengan nilai tetap apa saja. Konstanta ini sangat mirip dengan variabel. Hanya saja konstanta ini tidak bisa diubah layaknya variabel.

Untuk lebih jelasnya, silahkan Anda simak ulasan mengenai konstanta pada PHP berikut ini.

Apa Itu Konstanta pada PHP?

Konstanta merupakan pengidentifikasian atau nama sederhana yang bisa diberikan dengan nilai tetap apa saja. Konstanta ini sangat mirip dengan variabel, hanya saja tidak bisa diubah layaknya variabel.

Konstanta ini tetap konstan di seluruh program dan tidak bisa diubah selama proses eksekusi dilakukan. Setelah sebuah konstanta didefinisikan, maka value yang ada pada konstanta ini tidak bisa dibatalkan.

Pengidentifikasian konstanta ini harus ditulis dalam huruf besar setelah konvensi. Secara default, konstanta bersifat case sensitive. Nama dari konstanta ini tidak boleh dimulai dengan angka. Dimana konstanta ini penulisannya harus dimulai dengan huruf atau garis bawah, lalu diikuti dengan huruf, angka, maupun garis bawah di belakangnya.

Membuat Konstanta pada PHP

Setelah Anda memahami apa itu konstanta pada PHP, maka sekarang saatnya Anda mempelajari bagaimana cara membuat konstanta pada PHP.

Perlu Anda ketahui, bahwa define () function yang ada pada PHP ini digunakan untuk membuat konstanta dengan menggunakan parameter sebagai berikut:

1.      Name

Name ini merupakan nama dari suatu konstanta.

2.      Value

Value merupakan nilai yang disimpan di dalam konstanta itu sendiri.

3.      Case_Insensitive

Case_insensitive merupakan sesuatu yang menentukan apakah konstanta tersebut tidak case sensitive. Jadi, secara default valuenya akan bersifat FALSE.

Contoh:

<?php

// Contoh konstanta Case-sensitive

define(“WELCOME”, “NamaProgrammerPhp”);

echo WELCOME, “\n”;

// Conto konstanta Case-Insensitive

define(“HELLO”, “NamaProgrammerPhp”, true);

echo hello;

?>

Output:

NamaProgrammerPhp

NamaProgrammerPhp

Constant () Function

✅TRENDING :  5+ Tips Belajar CSS yang Mudah dan Cepat Mahir!

Selain dengan menggunakan statement Echo, terdapat cara lain yang bisa Anda gunakan untuk mencetak konstanta, yakni dengan menggunakan Constant () function.

Syntax

Constant(name)

Contoh:

<?php

                define(“WELCOME”, “NamaProgrammerPhp”);

                echo WELCOME, “\n”;

                echo constant(“WELCOME”);

?>

Output:

NamaProgrammerPhp

NamaProgrammerPhp

Konstanta ini bersifat global. Maka dari itu, code yang berada di dalam maupun di luar functionnya bisa diakses.

<?php

define(“WELCOME”, “NamaProgrammerPhp”);

function testGlobal() {

                Echo WELCOME;

}

testGlobal();

?>

Output:

                                NamaProgrammerPhp

Definisi Konstanta

Nama dari apa itu konstanta pada PHP yang valid harus dimulai dengan alfabet atau garis bawah. Selain itu, konstanta ini juga tidak memerlukan ‘$’. Jadi, perlu Anda ingat bahwa konstanta ini otomatis berasal dari ruang lingkup yang global.

Konstanta vs Variabel

Perlu Anda ketahui, bahwa konstanta dan variabel tidaklah sama, meskipun keduanya memiliki kemiripan. Untuk membedakan keduanya, silahkan Anda simak penjelasan berikut ini.

  • Konstanta yang sudah dideklarasikan tidak akan bisa diubah, sedangkan variabel masih bisa diubah dengan mudah.
  • Konstanta tidak lagi memerlukan tAnda dollar ($) sebelum penulisannya, berbeda dengan variabel yang masih membutuhkan tAnda ‘$’.
  • Konstanta hanya bisa didefinisikan dengan menggunakan define () function.
  • Konstanta ini sudah tidak perlu mengikuti aturan dari ruang lingkup variabel dan bisa didefinisikan di mana saja.

Aturan Penulisan Konstanta pada PHP

Ada beberapa aturan penulisan konstanta PHP yang perlu Anda ketahui dan pelajari. Silahkan Anda simak saja penjelasan mengenai penulisan konstanta berikut ini.

1.    Cara Mendefinisikan Konstanta dalam PHP

Jika variabel dalam PHP dibuat dengan menambahkan tAnda dollar ($), seperti halnya ‘$nama’. Maka, untuk membuat konstantanya bisa dengan 2 cara berikut ini:

  • Menggunakan kata kunci (keyword) const.
  • Menggunakan fungsi

Untuk mendefinisikan konstanta dengan menggunakan kata kunci const, maka caranya pun sama dengan ketika Anda menambahkan nilai kepada sebuah variabel. Namun, harus didahului dengan kata const.

<?php

                Const situs = ”alamat situs”;

                Echo situs; // alamat situs

?>

Jika Anda menggunakan fungsi define, maka fungsi ini akan membutuhkan 2 nilai, yakni dengan nama konstanta dan nilainya.

<?php

                Define(“situs”, “alamat situs”);

                Echo situs; // alamat situs

?>

Aturan penamaan konstanta ini sama seperti variabel, yakni untuk karakter pertamanya hanya boleh menggunakan huruf dan underscore (_). Sementara untuk huruf kedua dan seterusnya diperbolehkan untuk menggunakan huruf, angka, dan underscore (_).

✅TRENDING :  Panduan Lengkap Mengatasi Serangan XSS pada Codelgniter

Dengan begitu, maka sebuah konstanta juga tidak diperbolehkan untuk diawali dengan angka atau mengandung karakter khusus, seperti halnya #, *, atau &.

2.    Konstanta PHP Bersifat Case Sensitif

Sama halnya dengan variabel, apa itu konstanta pada PHP ini bersifat case sensitif. Dengan begitu, maka perbedaan huruf kapital dan kecil dianggap berbeda. GAJI, Gaji, dan gaji merupakan 3 konstanta yang berbeda.

Meskipun memang Anda diperbolehkan untuk menggunakan huruf kecil dalam penulisan konstantanya, namun kesepakatan programmer PHP menganjurkan untuk menggunakan huruf kapital dalam penulisan konstanta. Tujuanya adalah agar lebih mudah untuk membedakannya dengan variabel.

3.      Nilai Konstanta PHP Tidak Bisa Diubah

Jika sebuah konstanta sudah didefinisikan, maka Anda tidak bisa lagi mengubah nilai tersebut.

Contoh error konstanta:

<?

                Define(“GAJI”, 5000000);

                Echo GAJI; echo “<br />”;

                Define(“GAJI”, 500000);

?>

Jika kode program tersebut dijalankan, maka tampilannya akan seperti berikut:

5000000

Notice: constant GAJI already defined in

D: \xampp\htdocs\belajar\test.php on line

4.    Konstanta Hanya Berisi Tipe Data Tertentu

Konstanta yang ada dalam PHP hanya bisa diisikan tipe data sederhana saja, yakni boolean, integer, float, dan string. Hal ini sangatlah berbeda dengan variabel, dimana konstanta ini bisa berisi tipe data turunan seperti array, objek atau resource.

<?php

                Define(“GAJI”, 5000000);

                Echo GAJI; echo “<br />”;

                Define(“GAJI_PEGAWAI”, array( 1000000,

?>

Hasil contoh diatas akan menghasilkan error sebagai berikut ini:

5000000

Warning: constants may only evaluate to s

D:\xampp\htdocs\belajar\test.php on line

5.    Konstanta Sistem PHP

Sama seperti variabel, PHP jua sudah membuat beberapa konstanta yang sudah didefinisikan dan tidak bisa dirubah lagi nilainya. Namun, karena banyaknya modul yang bisa ditambahkan dalam PHP, predefined constant dalam PHP akan bertambah, tergantung dengan modul yang ada.

✅TRENDING :  4+ Peralatan untuk Belajar VUE JS Paling Populer dan Mudah

Berikut ini adalah predefined constant yang ada dalam sistem inti PHP, mulai dari PHP_Version, PHP_Major_Version, PHP_Minor_Version, PHP_Int_Max, hingga PHP_Int-Size.

Tentunya konstanta predefined constant ini akan menyimpan nilai yang bisa membantu Anda dalam pembuatan program PHP, khususnya untuk debugging.

Dalam aplikasi dunia nyata, hal-hal mengenai apa itu konstanta pada PHP ini tidak akan sesering penggunaan variabelnya. Namun, jika Anda membutuhkan sebuah variabel yang tidak bisa ditimpa nilainya, maka penggunaan konstanta merupakan salah satu pilihan yang tepat.

Dan inilah beberapa penjelasan konstanta yang bisa Anda pahami dan pelajari dalam pembuatan program PHP. Semoga penjelasan ini bermanfaat untuk Anda, sehingga lebih memudahkan Anda dalam menggunakan konstanta PHP dengan baik dan benar.